Selasa, 10 Mei 2011

AKU,KAMU DAN LEMBARAN MASA LALU

Aku, terdiam menjuntai lelah.
Tersudut penat melintah parah.

Kamu, tersenyum riang berselimut bintang.
Dalam remang-remang kemunafikan.

Lembaran kalbuku, saksi bisu suara hati yg terjujur.
Palung sakti yg tak terukur.
Namun terkadang tak jua bersyukur.

Aku, kamu, dan lembaran masa lalu.

Sama-sama terikat waktu.
Mengecap ilham dendangi sang hantu.
Hantu yg dulu tak jengah ganggui aku, kamu, dan lembaran masa lalu.

Kamu? Tak pantas berdiri disitu. Enyahlah bersama senyum palsu terakhirmu. Aku bahagia dgn kjujuran hatiku akan kesendirian sang penghias hati. Kau bahagia dalam perih tertahan mengiris janji.

Aku dan lembaran kalbuku, mereka bilang memang lebih suci. Tuhanpun begitu, tak pula pastinya engkau yg berhias dengki.

Aku mencoba mencium bau surga, engkau menelan air neraka.

Advertisement

0 comments:

Posting Komentar