Kamis, 27 November 2014

Kapan Engkau Kembali..
Menggenggam tanganku, tak akan melepaskannya lagi..
Mendengarkan keluh kesahku, aku terdiam.. mengagumimu..

kapan Engkau kembali..
hadir dalam sepinya hati..
Hanya kamu yang mengerti..
Hanya kamu yang bisa memahami..
Dan hanya kamu yang selalu kunanti..

Aku bagai jiwa kosong tanpamu..
Aku bagai seorang yang tak bernyawa..
Dia ikut bersamamu..
Ikut menjauhiku..

Apa salah jika aku mencintaimu..
Apakah salah jika aku selalu menunggumu..
Apakah salah jika aku selalu mencintaimu..

Cinta itu apa?
yang bagaimana?
Seperti apa?

Pertanyaan bodoh yang tak seharusnya engkau tanyakan kepadaku..
Aku merindukanmu, dalam suasana yang tak sama..
Dan dalam rasa tak akan pernah berubah..
Sampai kapanpun..
Aku selalu lupa siapa aku, ketika aku mengingatmu..

Puisi Ketika Aku Mengingatmu

Sabtu, 15 November 2014

Dikala subuh
kau dan aku berdiang pada api unggun
yang membara dalam dada
lambungkan hasrat pada titik puncak rasa
lirih tawa beradu desah bersama butiran peluh
lalu kau bisikkan kata yang tak dapat ku mengerti

Baru aku sadari
bahwa subuh telah ditelan pagi
rebah bayang memanjang termangu sendiri
awan kelabu mengendap tak mampu endus
kemana tawamu pergi
sampai kini menantimu
seperti sepi mengakrapi sunyi

Muhammad Zaini

Puisi SEPI MENGAKRABI SUNYI

Jumat, 14 November 2014

Nanti..
Apakah kau masih mengingat diriku,,,
Mengingat kenangan kita..
Aku tak tau..

Apakah benar kau pergii..
Aku tak percaya itu,,
Aku ingin kau tetap disini..
Bersama ku slalu..

Biarkan waktu berhenti saat qt berdua,,
Melewati hal yang indah,,
Tak menjadi kenangan,,
Tapi hal yang selalu aku jalani..

Bawalah kerinduan ini..
Tak mampu ku menahan mu..
Tapi...aku sadar..
Rindu ini membunuhku..........


Puisi Shofiyati

Puisi Kerinduan yang Membunuhku

Kamis, 13 November 2014

Hari Itu.....
Untuk pertama kalinya
kita "Jalan" hanya berdua.
Berdua...
Tanpa ada seorang pun.

Pertama kali berpegangan tangan
Pertama kali kau lindungi aku
Pertama kali makan bersama
Pertama kali aku merasa senang karenamu.

Awalnya aku gugup
Awalnya aku gengsi
Awalnya aku grogi

My Man...
My Male...
My Boy....

Hari itu.......
Awal aku menyukaimu
Awal aku menyayangimu
Awal aku mencintaimu, dan
Awal dari aku mulai merindukanmu disaat kau tak disampingku.

Oleh Cha Nissa

Puisi Jatuh Cinta

Rabu, 12 November 2014

Setelah lama ku terdiam
Kini suara hati mulai menyeruak kedalam keheningan
Satu persatu suasana beku itu mulai mencair
Ada isyarat yang harus disampaikan
Tak pernah terbaca
Karena terlalu jauh tenggelam di lautan hati
Tak mungkin lagi
Untuk menunggunya sampai mengerti
Dan kini harus ku akhiri
Aku terlalu egois
Menginginkan pengertian saat
Ku tak mampu mengerti orang lain
Tahukan engkau?
Detak jantung ini seakan berhenti
Darah ini tak ingin mengalir
Dan otak ku membeku
Saat kehadiranmu
Lalu kutanyai pagi
Apakah ini?
Pagi terdiam melemparkan jawaban kepada siang
Siang menggeleng menatap malam
Malam tergumam dan tak berdesis
Hingga akhirnya ku tanyai hati
Wahai hatiku apa yang engkau rasakan?
Apakah ada yang salah dengan mu?
Kesalahanku telah jatuh cinta padanya
Jawabnya sendu
Andai aku tahu
Betapa menyesalnya ia telah mencintainya
Mungkin aku tak akan tega menyakitinya
Memaksanya melupakan dia
Meski dengan seluruh tenaganya
Tak kan mampu ia lakukan
Oh, hatiku yang malang
Haruskan kau tersiksa
Tercabik perasaanmu
Aku tak mengerti kamu
Tapi ketahuilah kamu tidaklah salah
Cinta itu adalah anugerah
Ku balut luka itu
Kubasuh dengan airmata
Kujahit dengan sisa tenaga yang tersiksa
Menyatukannya kembali agar kekuatannya
Tiada pergi...
Kembali menunggu tambatan hati

Oleh Filla Feranti

Puisi Hati yang Salah

Selasa, 11 November 2014

Cinta .....
Dia datang tanpa sengaja
Dia datang dari pancaran mata
Dan sinngah di dalam rasa

Cinta.....
Banyak orang merasakannya
Banyak orang gila kaenanya
Cinta itu bisa apa saja
Bisa sedih
Bisa gembira

Cinta.....
Hinggap di hati siapa saja
Tinggal dalam reung jiwa
Cinta tak mengenal kasta
Cinta bukan karena harta
Cinta itu
Karena rasa suka...

Cinta...
Cinta selalu ada
Cinta tak pernah pergi
Selalu menghiasi bumi
Sampai habis waktu nanti

oleh AHMAD ANJAR UTOMO

Puisi Cinta

Sabtu, 08 November 2014

Malam ini begitu dingin dan malam ini aku tidak bisa tertidur..
Berpikir kembali ketika terakhir kali aku melihat kamu..
Kau salah satu yang aku inginkan, tetapi aku tidak bisa melakukan semuanya..
aku tidak bisa membuat kamu menjadi miliku..
Aku tidak dapat berbicara apa-apa ketika aku berdiri di samping mu..
Mimpi ini terlalu indah untuk menjadi kenyataan..
Kamu selalu terbang di atas diriku, dan aku tidak akan mampu menangkap dan memelukmu..
Oh gadis, Kau terlalu sempurna untuk ku :'(
aku selalu berjalan di belakangmu dan aku tidak akan bisa mendapatkanmu.
terakhir kali aku melihatmu dengan laki2 lain,aku terlihat seperti orang bodoh? Ketika aku berbicara dengan mu..
Hatiku hancur ketika aku tahu kamu begitu..
Aku tidak bisa membohongi diri sendiri,
apa yang diperlukan dan aku tidak akan berhenti mencintaimu..
Menunggu yang tidak pasti – oleh M. Rifqy Fauzillah
Bogor
FB: rifqy meidino budiawaty

Puisi Menunggu yang tidak pasti