Sabtu, 28 Mei 2011

senyumanmu selalu ku nanti
dari ku terbangun hingga ku tertidur
sapaanmu selalu ku tunggu
walaupun itu tak mungkin terjadi
apa selama ini kau tahu?
apa yang aku rasakan
apa selama ini kau menyadarinya
atau kau hanya berpura-pura tak tau
ingin sekali melepaskan beban ini
beban yang selalu mengikutiku
tiap berhadapan denganmu
beban ini seakan berbicara
maafkan tindakkanku selama ini
tindakkan yang sangat bodoh
tapi sungguh itu semua hanya kelakuan
seseorang yang mencintaimu

KEBODOHANKU

Dirimu t'lah melupakanku
tapi tidak dengan diriku
diriku tak pernah melupakanmu
membayangkanpun aku tak sudi

tak ada niat sedikitpun
tuk melupakanmu
seseorang yang kusayangi
dan akan s'lalu kusayangi

kau s'lalu punya ruang dihatiku
ruangan itu ruangan terindah
ruang kenangan tentang diriku dan dirimu
ruang berbagi canda tawa

tapi ruangan itu berubah
ruangan itu sepi dan sunyi
tak ada canda tawa lagi
ruangan itu sangat menyakitkan untuk ku masuki

berjanjilah suatu saat nanti
kau dan aku akan merawat ruangan itu lagi
kita hias dengan bintang dan senyuman
ditambah cahaya bulan yang indah.

KHAYALKU TENTANG DIRIMU YANG TELAH PERGI

seberapapun perjuanganku
kau tak akan melihatnya
seberapapun pengorbananku
kau tak akan menghargainya
kau hanya melihat dia
dan aku hanya melihat kau
kau hanya ingin dia
dan aku ingin kau disini
mencintai bukanlah sebuah kesalahan
mencintaimupun bukanlah sebuah kesalahan
tapi kesalahanku adalah mencintaimu terlalu dalam
mencintaimu hingga ku biarkan sakit ini lebih dalam lagi
sakit ini tak membuatku menyerah
luka ini membuatku mengerti
bagaimana rasanya mencintai tanpa dicintai
mengerti bagaimana tersakit karna mencintai
karna cintaku adalah perjuanganku
cintaku adalah pengorbananku
cintaku adalah semangatku
dan kamu adalah cintaku.

BERTAHAN ITU SAKIT

Sabtu, 21 Mei 2011

Coba kau dengar sayang, comulonimbus berdendang tentang sebuah pagi yang tenang, pagi yang sama saat aku menyandang ransel hitam sepupuku yang sekarang jauhnya ribuan mil, pagi yang sama saat aku memakai rok coklat dengan baju dan jilbab putih, pagi yang sama saat aku baru menapakkan kaki di kampus hijau.

Pagi yang sama saat dentuman membelah samudra, namun suaranya terdengar dari mana-mana, pagi yang sama saat goyangan bumi terasa bahkan ketika kau berlari. Masih sangat jelas bagaimana kabel-kabel listrik di atas kepala kami seperti ayunan bayi, ketika manusia-manusia di penjuru bumi sedang menyeduh kopi dan bersuka datangnya mentari.

Masih sangat jelas, bagaimana teman-teman kami berlari dari atas jembatan berteriak "Naik! Naik! Naik!, masih jelas bagaimana wajah tentor kami yang berteriak-teriak panik, masih sangat jelas bagaimana sepeda sahabatku di sapu air dan sedetik kemudian kami berlari bagai kesetanan.

Masih sangat jelas bagaimana wajah temanku kebingungan, aku berteriak "Lari!" tapi sejujurnya aku tidak tahu apa yang sedang terjadi. Hingga akhirnya kami berdiri di depan masjid kampus, menggigil ngeri melihat luka di wajah-wajah mereka yang datang dan duduk di kaki bumi.

Matahari semakin naik, dan kami terkurung dalam tanda tanya besar "apa yang sedang terjadi?"

Aku menatap wajah lugu sahabatku, Jasmin, mata coklatnya berbisik "kakakku", aku menggeleng karena akupun tidak tahu harus bertanya apa tentang ayah dan ibu.

Katanya air laut naik, katanya seluruh barat aceh lenyap, katanya segalanya mati, katanya tak ada yang pasti, katanya kami juga mati. Di seberang sana ibu dan ayahku menangis hingga pagi, di sebelah sana ibu-ibu menjerit-jerit ingin mati, di sudut sini aku memeluk bayi, di bawah langit ini aku bertanya "apa yang sedang terjadi?"

Hari itu, langit menangis dan hatiku melihat wajah-wajah yang mati.


Studio, 26 Desember 2010

By. Princess Al Qassam

HARI ITU,LANGIT MENANGIS

Setitik kebodohanku membuat segalanya menguap. tanpa nafsu, tanpa tujuan aku terhubung dengan masa lalu. Membawa nisan untuk segala kepercayaan.

Perlukah aku berjalan bermil-mil dengan kaki telanjang?
Perlukah aku menguras isi lautan?
Memohon agar nisan tidak kau letakkan di atas segunung kenangan yang kukubur saat melupakanmu,
hanya sejenak itu.
Perlukah aku memenggal leher dan mengantungnya di depan pintu rumah kita?
Perlukah aku mendaki hingga ke Ranu Kumbolo dan membawa pulang eidelweiss untukmu?
Perlukah aku menjaring bintang diantara malam-malam yang tertutup awan?
Perlukah aku sujud di atas segala bara yang menghitam di hatimu?

Sungguh aku akan melakukannya, jika segalanya bisa mengembalikan tawamu di setiap pagi kau memanggil namaku dari balik dapur kita. Membawa kembali segala diskusi kita tentang orang-orang picik yang mengatur dunia. Membawa kembali suaramu menembang tentang malam, ceritamu tentang penjual loliipop di sudut pasar, belaianmu saat kita mengintip lembang di subuh hari.

Aku ingin mendengar kau menangis saat kau menceritakan andi dan seminggu sebelum lebaran saat kau kecil. Kata-katamu yang menenangkan.

Aku ingin kau kembali ke rumah, anak-anak kita merindukan kau melagukan puisiku saat mereka tidur. Saat kau merangkul bahuku di beranda begonia dengan harum melati dikala hujan.
Aku rindu kau bercerita tentang mbak yang mencuci baju, tawamu menertawakan diri sendiri...
Aku rindu dan membuatku menangis saat itu. ingatkah puisi "aku ingin mencintamu seperti aku mencintai syurga"

ingatkah?
Pulanglah, semuanya menjadi gelap tanpamu. Aku rindu...
Perlukah aku?

studio, 27 november 2010

By. Princess Al Qassam

PERLUKAH AKU???

Sejauh mataku menatap jingga membenamkan akarnya pada rindu, Tuhan memberiku satu jalan ketika aku lupa pada rumah untuk pulang. Dengan secangkir air mata, tertatih rasa itu datang, berharap aku memandangnya dengan hati.

Di permukaan cangkir, masa lalu merayu untuk datang, memuja segala keindahan senja ketika jingga terperangkap hujan di trotoar jalan. Aku gigil mendekap hatiku yang hilang di situ, ya sisi itu gelap tanpa titik-titik bintang dan berbisik hatiku sudah pergi.

Kini musim hujan melambai pada malam, senja meninggalkan potret-potret muram di pinggir kota. Menyingkirkan kebodohan dari wajah-wajah murid TPA yang mengumandangkan alif, ba,ta dan sta. Duduk di tangga, aku mengetuk irama-irama musim semi yang berlari lincah, lidahku semanis pagi menyulam matahari dan secangkir air mata kini menjadi titik-titik embun.

Di setiap pagi aku berlari, ujung gaunku basah menyambut embun, kabut yang datang umpama peri-peri melayang di antara berch dan pillow. Aku berlari dan berlari hingga jantungku berpacu melawan rasa takut dan kesendirian. Mengubur segala kegelisahan dan mimpi masa lalu yang kerap datang.

Hingga di ujung jalan aku bertemu elang bermata ungu, sayapnya basah.


By. Princess Al Qassam

SECANGKIR AIR MATA

Ingin sekali aku mati, dalam nafas yang carut-marut dan segalanya menjadi lebur bersama bau garam yang mengambang.
Ingin sekali aku mengundang badai dan melukis bintang-bintang yang terjaring kelabu awan.
Ingin sekali aku menumpahkan air mata bersama hujan yang bergelombang,
lunas menyapu dan lindap di palung terdalam.
Aku begitu ingin mati, jika malam ini jalan tak basah dan roda-roda menggelinding berisik,
sesak ciptakan harmoni yang sibuk memanggut harapan-harapan yang berserak tergiling sunyi.
sungguh aku begitu ingin mati,
telungkup di atas aspal dan mendengar detak jantungku yang semakin perlahan menjauhi diri.Sayang,

Biarkan aku mati, saat setiap kali kau mendendangkan kesedihan tanah waris kita, ini sudah darah dan merahnya membusuk.
Biarkan aku lunas menjadi tumbal dan jantungku dicabik-cabik srigala-srigala mereka.Biarkan tangisku lindap di ranting-ranting yang membungkuk, renta usia dan mengikat diri mereka tak mati.
Biarkan umurku menggantikan lorong-lorong sunyi, pada setiap mata yang mengharap riuh lembar-lembar biru, merah dan hitam ada dalam tong-tong beras anak-anak kita.

Biarkan aku mati
Aku mohon, biarkan aku mati demi mendengar tangismu yang hilang-tenggelam dalam nada tidurku, tawamu yang putus harapan dan tak punya tujuan, diammu yang putus layang dan hilang.
Di sini aku ingin mati, di tengah rumah kita yang riuh dengan tawa dan kebahagiaan tapi itu hanya mimpi negeri ini.
Aku mohon sayang
Biarkan aku mati, aku begitu ingin mati dan biarkan pusaraku tak dikenal lagi.


Rumah baru. 15 Oktober 2010

By. Princess Al Qassam

AKU INGIN MATI

sudah lah aku bosan mencintai kata,
aku hanya ingin cinta nyata,
kata yang sllu bikin aku terluka,
aku tahu dunia terasa fana tanpa cinta,
tapi aku tidak berharap atau ingin mencintai sebuah kata..
maaf bukanya aku benci cinta dunia maya,
tapi aku hanya ingin cinta yg nyata,
yang tidak membuat hati terluka..
pertemuan lewat kata dan akan berakhir lewat kata,
dan akan membuat hati terluka,
itulah cinta dunia maya..
mencintai orang yg ga nyata.. cape deh !

SEBUAH KATA YANG MEMBUAT BANYAK ORANG TERLUKA

Kamis, 19 Mei 2011

ibu...
kau menangis menahan sakit ketika aku keluar dari rahim mu...
namun setelah aku lahir, senyum mu menyambutku seolah kau tak pernah merasakan sakit itu....

ibu...
saat ku menangis dimalam hari karena haus...
kau tak pernah terlambat untuk memberikan air susu mu untukku...
sekalipun matamu teramat berat untuk kau buka...
sekalipun badan mu terlalu lelah untuk terjaga...


ibu...
saat ku bermain hingga lupa waktu...
kau begitu cemas memikirkanku..
namun ku tak pernah perdulikan perasaanmu...

ibu...
saat kau melihat raportku...
bisa ku baca dalamnya rasa kecewamu...
namun kau tak pernah menjatuhkanku dengan menyebutku "bodoh"..

ibu...
saat kau menerima berita tentang kenakalanku...
ku tau kau sangat malu....
namun kau selalu membelaku...
sekalipun itu memang jelas kesalahanku....

ibu...
kini kau sudah semakin tua..
namun aku tak berhenti menyakitimu...
aku terus membohongimu...
aku terus membantah perkataanmu...
aku terus mengeluh tentangmu....

ibu...
maafkan semua kesalahanku...
biarkan aku menangis untukmu...
aku tak ingin lagi menyakiti perasaan mu... ibu...
kau menangis menahan sakit ketika aku keluar dari rahim mu...
namun setelah aku lahir, senyum mu menyambutku seolah kau tak pernah merasakan sakit itu....

ibu...
saat ku menangis dimalam hari karena haus...
kau tak pernah terlambat untuk memberikan air susu mu untukku...
sekalipun matamu teramat berat untuk kau buka...
sekalipun badan mu terlalu lelah untuk terjaga...


ibu...
saat ku bermain hingga lupa waktu...
kau begitu cemas memikirkanku..
namun ku tak pernah perdulikan perasaanmu...

ibu...
saat kau melihat raportku...
bisa ku baca dalamnya rasa kecewamu...
namun kau tak pernah menjatuhkanku dengan menyebutku "bodoh"..

ibu...
saat kau menerima berita tentang kenakalanku...
ku tau kau sangat malu....
namun kau selalu membelaku...
sekalipun itu memang jelas kesalahanku....

ibu...
kini kau sudah semakin tua..
namun aku tak berhenti menyakitimu...
aku terus membohongimu...
aku terus membantah perkataanmu...
aku terus mengeluh tentangmu....

ibu...
maafkan semua kesalahanku...
biarkan aku menangis untukmu...
aku tak ingin lagi menyakiti perasaan mu... 


sumber

IBU

Ibu kau adalah inspirasi hidupku
Nyawa dari segala harapanku
Hanya satu senyummu
Bangkitkan semua asaku

Aku tak ingin melihat tangismu
Tangismu adalah dukaku
Aku tak ingin menciptakan sedihmu
Sedihmu adalah air mataku
Aku tak ingin membebanimu
Terlampau berat Untukku

Yang kuingin melihat senyummu
Senyum tulusmu untuk anakmu
senyum bahagia karena anakmu
Karena senyummu adalah bahagiaku

UNTUK IBUKU

Aku berdiri mengenakan toga ini di sebuah jalan setapak yg gelap,
pandanganku tertuju pada 2 orang di kejauhan sana,
dengan senyuman yg tak asing di mataku,
2 orang yg sangat aku hargai, 2 orang yg sangat aku hormati, aku cintai & aku sayangi,


ya mereka papa & mamaku, 
dengan di sertai senyuman aku berjalan menghampiri mereka,
seiring ku melangkah terlintas di benakku, 
atas apa yg telah mereka lakukan terhadap hidupku selama ini,


mama yg telah mngandungku selama 9 bulan,
mama yg telah memperjuangkan hidup & matinya hingga aku dapat hadir di dunia ini,
mama juga yg telah merawatku dengan kelembutan dan kasih sayang,
papa yg telah mendidikku, 
papa yg rela bekerja banting tulang ikhlas, mengeluarkan keringatnya agar aku bisa menikmati hidup, detik demi detik, hari demi hari, bahkan tahun demi tahun,


apakah yg dapat kulakukan untuk membalas mereka,
sering aku tutup kuping ngga mau dengerin nasihat mereka,
sering banget aku bohong pada mereka untuk kepuasanku,
sering aku ngelawan bila mereka marah atas kenakalanku,
sering juga aku banting pintu di hadapan mereka jika tidak mengabulkan permintaanku,&
bahkan sering juga aku mengeluarkan kata-kata kasar yg ngga pantas mereka dengar dari bibirku "dasar cerewet, kuno, kolot"



tapi apakah mereka memendam perasaan dendam, kepadaku,
tidak, tidak sama sekali, mereka dapat tulus memaafkan kekhilafanku,
mereka tetap menyayangiku dalam setiap hembusan nafas mereka,
bahkan mereka tetap menyebut namaku dalam setiap doa-doa mereka hingga aku menjadi seperti sekarang ini,


ya Tuhan betapa durhakanya aku, tak sadarkah aku bahwa mereka orang yg sangat berarti dalam hidupku
langkah-langkahku, terhenti di hadapan mereka dan kupandangi papa & mamaku inci demi inci,
badan yg dulu tegap kekar, kini mulai membungkuk,
rambut yg dulu hitam, kini mulai memutih,
kulit mereka yg dulu kencang, kini mulai berkeriput,


ku tatap mata mereka yg berbinar-binar & mulai meneteskan air mata bahagia,
air mata haru, air mata bangga melihatku memakai toga ini,
ku cium tangan mereka,
ku peluk mereka, sambil berkata papa mama, yg kuberikan hari ini takkan cukup
yg telah mama & papa selama ini berikan kepadaku,
terima kasih pa, terima kasih ma, aku sayang papa & mama sampai akhir hayatku.


SUMBER

Bahagiaku surga mereka & Dukaku Pilu mereka

Ibu...
adalah wanita yang telah melahirkanku
merawatku
membesarkanku
mendidikku
hingga diriku telah dewasa

Ibu...
adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
tatkala perutku terasa lapar dan haus
tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam

Ibu...
adalah wanita yang penuh perhatian
bila aku sakit
bila aku terjatuh
bila aku menangis
bila aku kesepian

Ibu...
telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
terdapat sinar kelelahan karena aku

Aku yang selalu merepotkanmu
aku yang selalu menyita perhatianmu
aku yang telah menghabiskan air susumu
aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu

Ibu...
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau kurus karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku

Ibu...
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga

Ibu...
hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu
tiada terbalas

Hanya tangisku sebagai saksi
atas rasa cintaku padamu

Ibu..., I LOVE YOU SO MUCH
juga kepada Ayah...!!!


sumber

PUISI UNTUK IBU

Senin, 16 Mei 2011

Pertama kali hati ini mulai terasa saat ku melihat dirimu terasa berbeda.

Semua dalam benak yang kan selalu bahagia bersamamu ku terus selalu bercanda.
Kenangan dan memory pun tercipta begitu saja tak kau lupa atau dirimu tak mengingatnya
Kenangan indah yang sudah kita lewati hati berkata lebih untuk mencintai.
Mungkin saat ini kita masih sebatas teman karena ku tau dirimu masih satu punya satu pangeran.
Walau pun resiko yang ku terima cinta yang tak pasti bernafas lega ku jujur semuanya dari hati.

"Kaulah cintaku engkaulah sayangku yang kurasakan walaupun kau tak2 tau.

walau berat ku katakan ku sayang pada mu".

"Inilah cintaku inilah sayangku untukmu selalu meskipun kau tak2 tau.

jujur2 ingin ku katakan ku mencintaimu",

Meskipun langkahku jauh terus ku tempuh ku tak menyerah walaupun kaki ku menjadi lumpuh ku lakukan perjuangan dengan hati yang tulus ku terus dan percaya tak akan lepas dan terputus.

Semua usahaku ku sandarkan saat ku berdoa semoga Tuhan mendengar dan langsung menjawab nya.

Seiring waktu berjalan sifat apa adanya dengan keadaan yang bisa membuat kau tertawa

Kau bahagia aku pun lebih bahagia walaupun senyumku yang diiringi air mati.
Melihat dan mendengar cerita kau dengan dia tapi tak apa mungkin ini yang harus ku terima dengan senyum ku terus akan tetap menahan meski hati ini tak sanggup melihat kenyataan.

Tapi kau harus kuat apa yang ada di depan walau kau tak tau saat ini yang kurasakan

"Kaulah cintaku engkaulah sayangku yang kurasakan walaupun kau tak2 tau.

walau berat ku katakan ku sayang pada mu".

Inilah cintaku inilah sayangku untukmu selalu meskipun kau tak2 tau.

jujur2 ingin ku katakan ku mencintaimu".
Jika akhirnya pun kita tak bersama ku simpan cerita ini sampai jiwaku akan tiada.
biar mimpi indah ini ku nikmati sendiri walaupun rasa sakit hati ini tak bisa bohongi.

SAYANG KU PADAMU TAK TERBATAS KAN WAKTU. WALAUPUN DIRIMU BERBAHAGIA DENGANNYA.

HANYA UNTUKMU KU YAKINKAN SEGALANYA.

CINTA

hari terus kulewati, 
banyak sedih yang sudah terjadi, 
seperti adanya kau bagaikan mimpi, 
hadirnya dirimu hanya bayangan ilusi,
tapi kau mengalir di kehidupanku mengukir hari, 
mengisi sepi hangatkan suasana hati, 
mungkin ini takdirku yang menganggumi, 
tanpa ku tau dirimu pasti, 
kau hanyalah mimpi, 
yang merasuk ke dalam hati, 
jadikanlah penantian di setiap hari. 

Dengarkanlah.... 
ini puisi rintihanpenantian hati, 
aku ingin terbang tinggi dimana kau berada untukku cari, 
izinkanlah aku tau dirimu itu sungguh berarti,
ku ingin melihat dirimu bebaskan khayalan ini, 
biarkan ku menemuimu tuk hapuskan angan yang terjadi, 
izinkanlah ku menatap cahaya wajahmu untuk damaikan risau hati, 
tapi ragumu ku mengerti tuk menerimaku di dalam kehidupanmu ini, 
ku pahami keyakinanmu untuk menganggapku belum pasti, 
ku hanya ingin kau jadikan aku ada di hidupmu itu yang selalu KU NANTI...

KEKASIH DUNIA MAYA

Selasa, 10 Mei 2011

Aku, terdiam menjuntai lelah.
Tersudut penat melintah parah.

Kamu, tersenyum riang berselimut bintang.
Dalam remang-remang kemunafikan.

Lembaran kalbuku, saksi bisu suara hati yg terjujur.
Palung sakti yg tak terukur.
Namun terkadang tak jua bersyukur.

Aku, kamu, dan lembaran masa lalu.

Sama-sama terikat waktu.
Mengecap ilham dendangi sang hantu.
Hantu yg dulu tak jengah ganggui aku, kamu, dan lembaran masa lalu.

Kamu? Tak pantas berdiri disitu. Enyahlah bersama senyum palsu terakhirmu. Aku bahagia dgn kjujuran hatiku akan kesendirian sang penghias hati. Kau bahagia dalam perih tertahan mengiris janji.

Aku dan lembaran kalbuku, mereka bilang memang lebih suci. Tuhanpun begitu, tak pula pastinya engkau yg berhias dengki.

Aku mencoba mencium bau surga, engkau menelan air neraka.

AKU,KAMU DAN LEMBARAN MASA LALU

Katanya luka bisa kita sembuhkan dengan penyebabnya yang baru,
bernama sewujud namun tak serupa
sulit dibayang namun mudah dicerna,
maka kunyalakan semilir lembut puncaran darah di haluan
dengan syahdu kurayakan sayup-sayup
kehadiranmu yg membayang
setiap sepersepuluh jam kesendirianku yang hilang

Katanya mimpi ialah jalan seorang pengagum
dimana ia kan menjebak dengan kebingungan penuh kenikmatan
maka dengan segala rinai dan riak
kuimpikan menjalankan separuh hidup didunia bersamanya
separuh di dunia selanjutnya

Katanya doa ialah penerang selamat dunia akhirat
makan kan kusyukuri hadirku bersamanya
jalani sepertiga malam berdua, duduk bersimpuh
aku denganNya mencintai Dia bersama-sama
selamaNya

(Amiin)
2008-2011
Penantian ini takkan pernah hilang.

KATANYA

dia bisa memberikanmu berlian
sedangkan aku
hanya bisa membelikanmu gorengan

dia bisa mengajakmu nonton bioskop
sedangkan aku
hanya bisa memberimu es sirop

dia bisa ajak kamu jalan-jalan
sedangkan aku
hanya bisa beli jajanan

dia mempunyai kendaraan
sedangkan aku
angkot yg jadi andalan

dia mempunyai harta melimpah
sedangkan aku
hanya bisa menyewa sawah

tapi sayang....
apakah dia bisa memberimu hati, cinta dan kasih sayang?
sedangkan aku, bisa memberikanmu itu, lebih

hanya itulah yg ku punya sayang..

catatan kcil buat orang yg udah sia2in kasih sayang gw,
n trima kasih bwt cinta baru gw yg udah mw terima gw apa adanya, love u sayang..

DIA KAYA, AKU MISKIN

Jumat, 06 Mei 2011

hati ini trasa sunyi tanpa nafas cintamu,,
hidup ini sepi tanpa senyuman darimu
diri ini senyap tanpa jiwa kasih mu,,
ruang hatiku gelap tanpa arah tuk melangkah
cinta,,,
mengapa semua harus terjadi???
mengapa disaat terang dunia kalbuku kau berlalu
kau tinggalkan sepenggal dusta dalam rasa,,
cinta..
aku hanya mampu memeluk rasa
memeluk mimpi senja yng kelabu
meniti harapan fajar kelana,,
cinta..
kau buat aku tak yakin untuk melangkah
kau beri aku segenggam luka
mengapa cahaya pelangi menjadi api,,
selamat jalan cinta,,
selamat berbahagia di atas luka ku,,
biarkan kata merangkai hati serupa darah dibalik tirai….

UNTUK SANG PEMBERI LUKA

Aku masih di sini
Di tempat dimana tertinggal kenangan kita berdua
Setelah kau pergi
Aku sendiri di sini dengan harapan kau dapat kembali
Kembali padaku, pada cintaku
Mungkin itu cuma masa lalu bagimu
Tapi bagiku itu adalah saat saat terindah dalam hidupku
Saat yang tak ingin ku lupakan
Ku harap kau dapat kembali bersama cintamu untuku
Walau aku tak tahu kapan
Aku akan setia di sini
Selalu untukmu

MENUNGGU