Sabtu, 13 Desember 2014

Wahai penakluk hati
Sejuk katamu laksana embun permata pagi
Basahi gersangnya tanah jiwa
Membuatnya subur sepandang mata

Wahai penakluk hati
Ketika seribu kata menjadi seribu bait puisi
Terangkai indah bak tali cinta
Merajut kisah fatamorgana

Wahai penakluk hati
Tersirat tanya di hati ini
Hati yang penuh nafsu duniawi
Apakah engkau tulang rusuk abadi ?

Wahai penakluk hati
Tunggu hingga cakrawala senja tiba
Semoga Kaulah di atas tahta pelaminan cinta
Hingga malam menutup jiwa

Oleh Muhammad Ridwan Naim

Puisi Penakluk Hati

Jumat, 12 Desember 2014

Aku memeluk manja sebuah potret wajah
Yang hanya bla memandangnya saja....
Aku bisa Terpesona

Aku mengadu pada sebuah cermin yang melihat
Pipiku memerah..
Dan dengan cepat bibirku berucap bahwa
Aku telah JATUH CINTA

Aku terpaku,terdiam seribu pertanya'an
Sosok dia benar-benar tak kusangka ada
Yang bisa meluluh lantahkan rasa keputus asa'an
Yang hadir meracuni hidupku

Oh... Tuhan...benarkah dia jawaban dari semua do'aku
Engau ciptakan rasa ini tumbuh dan berkembang
menjadi sebuah rasa yang apabila jauh nafasku
Terasa sesak karena merindunya
Dan aku merasa sendirian walau banyak orang disekitarku

Hanya bila bersamanya rasa ingin hidup 1000 thn lamanya
Menjadi halal baginya itu do'a yan selalu aku tuturkan
karena hanya kepadamu hati ini memohon segala kebaikan

Puisi DIA