Rabu, 28 September 2011

Cemburu membakarku
Cemburu melelehkan kesadaranku
Hal yang berwarna jadi gelap
Hal yang indah seakan musnah

Tersadar semua seakan berubah
Aku menjadi seakan bukanlah diriku
Aku bertindak tidak seperti kemauanku
Cinta berlebihan

Rasa terluapkan
Jadikan aku seperti pohon yang tak henti-hentinya kekurangan air
Butuh selalu di sapa dan di tegur
Padahal aku bukanlah seperti itu

Tersadar semua berubah
Aku tlah menyakitinya
Aku tlah batasin kebebasannya

Cintakah aku?
Sayangkah aku?
Jika aku selalu sakiti kamu dengan rasa cemburuku?

Kini kuingin kembali,
tak ingin semua jadi musnah
Terlalu indah cinta yang tlah terukir buat dilupa.

Maafkan aku cinta..

Cinta dan rasa berlebih membuatku buta
Walau awal sekedar bertanya
Walau awal sekedar meminta
Tapi kusadar semua jadi masalah

Sebelum semua musnah
Ku ingin kembali sebagai diriku sesungguhnya
Diri yang mencinta dengan segala rasa
Tanpa meminta tapi ingin semuanya menjadi indah...

Walau sebenarnya kamu tau …
Apa yang kurasa cukuplah beralasan..
Hanya satu keyakinanku..
Kuyakin kamu kan selalu setia…

MAAF...BILA CEMBURUKU MENYAKITIMU

Senin, 26 September 2011

Cinta adalah sebuah karya dalam dunia yang kecil, bersembunyi dengan manis di setiap hati manusia, akan menyerebak dengan harum ketika sentuhan kecil itu menyentuh hati tanpa ragu, sehingga kamu lupa kapan kamu pernah mencintai seseorang.

Cinta adalah kerahmatan yang diberikan padamu sejak kau pertama kali bernafas di dunia, bersama hembusan kasihnya menemani karpet merah kehidupanmu.

Cinta adalah sebuah penerimaan tanpa sebuah tuntutan, dia bukan sebuah keegoisan untuk setiap ketidakberdayaan, tapi dia adalah penopang untuk setiap kekalahan.

Cinta adalah kepasrahan jiwa, sebuah keindahan tanpa sebuah kecemburuan, karena cemburu akan menjadikan cinta sebagai awal sebuah perpecahan.

Cinta adalah keikhlasan untuk terus memberi, tanpa harus mendapatkan sesuatu dari apa yang telah diberi, dia murni bagai air yang terus mengalir mengenangi tanah-tanah gersang.

Cinta adalah sebuah ungkapan tanpa suara, ia terbaca dengan sikap, tatapan mata dan melodi jeritan hati yang akan terdengar oleh hati-hati manusia yang memiliki seribu cinta dihatinya.

Pecinta sejati adalah mereka yang tidak pernah menyiakan waktu mereka untuk berujar "Aku mencintaimu", tetapi nafas, sikap dan tatapan mereka adalah sebuah ungkapan tanpa butuh sebuah jawaban dan pembalasan untuk setiap cinta yang pernah dia berikan.

Pecinta sejati bukanlah orang yang memuja cinta, dia memberikan ribuan cinta, kasih dan sayang dengan tangan-tangannya dan terus meniupkan helaian demi helaian mawar cinta untuk setiap orang disekelilingnya.

Pecinta sejati adalah kekasih yang tak perlu banyak bicara untuk sebuah jalinan kasih, dia memberikan pita-pita cinta untuk setiap kado yang akan diberikan kepada orang yang dicintainya setiap menitnya, tak pernah lelah untuk terus mencintai dan tak pernah menuntut untuk mendapatkan kesempurnaan kekasihnya, tetapi ia membiarkan kekasihnya tumbuh dengan dewasa dengan cinta yang ia berikan, memberi bimbingan ketika kekasihnya salah arah.

Pecinta sejati, bukanlah mereka yang bodoh untuk mencintai orang-orang yang hanya bisa menuntut, meminta hak, memberikan ribuan kecemburuan yang akan menghujamnya hingga luapan kemarahan akan membuatnya untuk berhenti bersama mereka walaupun ia tak akan berhenti untuk mencintainya.

Pecinta sejati adalah mereka yang memiliki pendirian untuk mencintai seseorang, mereka adalah orang dengan insting tajam yang tahu kepada siapa mereka akan berjalan seumur hidupnya, memberikan kediaman terdamai di dunia untuknya dan kekasih sejatinya.

Pecinta sejati adalah mereka yang selalu menggenggam tangan kekasihnya dengan erat, merangkul sahabat-sahabatnya, memberi sebuah jawaban untuk setiap pertanyaan tanpa amarah tetapi dengan senyuman yang menyejukkan jiwa.

Pecinta sejati bukanlah pujangga picisan yang berteriak tanpa pembuktian, yang berjalan tanpa tentu arah, ia berjalan dengan keharuman yang akan ia semerbakkan untuk membangunkan emosi yang lain untuk bisa saling mencintai, karena sesungguhnya manusia adalah untuk saling mencintai..

Pecinta sejati adalah mereka yang tak pernah berhenti untuk mencintai seseorang walau waktu mereka telah habis di dunia, walau matanya tertutup dalam panggilan suci-Nya, cintanya akan terus ada mengiringi kehidupan-kehidupan lain yang akan terus berjalan dan yang akan mengenang semua cinta yang pernah diberikannya. Sebuah ungkapan cinta dari sudut kecil mata hatiku, setiap ia menyentuh tanpa ragu, diungkapkan untuk menyentuh hati para pecinta yang masih berusaha untuk mencinta, punya segudang cinta yang akan terus diberikan untuk mereka yang dicintainya, untuk Tuhan, keluarga, kekasih dan orang disekelilingnya.

CINTA akan menuntun hidupmu lebih baik.

Sumber: http://yuliarso.multiply.com/journal/item/520/Seorang_pecinta_...

SEORANG PECINTA

Bicara luka hati …. Bukanlah seperti luka karena kecelakaan yang memar ataupun berdarah-darah. Luka ini memberi bekas yang tak nampak secara fisik, tapi sungguh berat jika dirasakan. Bukan karena pisau yang tajam yang luka ini terjadi, tapi luka ini lebih sakit daripada jatuh dari pohon (hehe … hiperbol, kayak sudah pernah merasakan jatuh dari pohon..:P). 


Kata mereka yang terluka hatinya, luka hati selalu saja teringat-ingat dan susah sekali untuk dilupakan. Luka hati selalu membekas lama bahkan akan menumbuhkan bibit benci yang membuat dosa, dan mungkin masa yang akan melupakannya. Entah kenapa hanya karena sebuah ucapan yang salah, hanya karena sebuah sikap salah, hanya karena perbuatan yang salah, semua itu membuat bekas luka yang mendalam. …wuih sangat dasyat…. Mungkin bom Hiroshima kalah deh ….hehe ..


Mengapa seperti itu? Haruskah luka itu ternganga lama, haruskah luka itu dibiarkan saja menjangkiti hati yang harusnya bersih adanya? Bukankah luka itu menumbuhkan dosa karena harus ada benci yang tumbuh didalamnya? Sulitkah luka ini terobati?



Luka Hati

Dalam kesunyian malam gulita,
terkoyaklah kelopak kerinduan,
indah terhampar di sudut mata,
sirna dalam pekatnya kabut-kabut kebencian….
Jauh terasa kenyataan hidup.
Terjatuhku dalam kelamnya penantian,
Nikmati setumpuk kesedihan,
teronggok diam di sisi hati.
Nantikan saat ‘tuk kembali,
peluk hati yang t’lah tersayat perih,
memupuk duka tiada ‘kan sirna….
Bertahan tak lagi sanggup,
semua alasan tiada guna,
sesal ku tahu namamu.
Telah merobohkan, kokohnya batang kehidupan.
Mencabut paksa, akar kepercayaan.
Rontokkan daun-daun bahagiaku.
Musnahkan semua memori,
saat kau tak temani lagi….
Sendiri, sunyi, sepi,
mulai rasuki diri,
hingga langit kian tak tergapai.
Terlalu tinggi semua yang teraih.
Terlalu jauh harapan dari cinta.
Tiada yang sanggup hapuskan luka dariku….

LUKA HATI